Home » hargai waktu » Kisah dan Tauladan
Jan
17

Kisah dan Tauladan

Cinta kekayaan kecantikan kesedihan kegembiraan

CINTA… KEKAYAAN…KECANTIKAN…KESEDIHAN…KEGEMBIRAAN…

Alkisah di suatu pulau yang kecil, tinggallah berbagai macam benda yang abstrak: ada CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai dan cuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA. Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.

“KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!” teriak CINTA.

Lalu apa jawab KEKAYAAN, “Aduh! Maaf CINTA!” kata KEKAYAAN.

“Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat bagimu di perahuku ini.”

Lalu KEKAYAAN  cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan  CINTA tenggelam. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN  lewat dengan perahunya.

“KEGEMBIRAAN! Tolong aku!”, teriak CINTA.

Namun apa yang terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu gembira kerana ia menemukan perahu sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air makin membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN.

“KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!”, teriak CINTA.

Lalu apa jawab KECANTIKAN, “Wah, CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini,” sahut KECANTIKAN.

CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis teresak-esak. Apa kesalahanku, mengapa kamu semua melupakan aku. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA memelas.

“Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu”, Kata CINTA.

Lalu apa kata KESEDIHAN, “Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…”, kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air makinnaik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatkan. Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, “Oh Tuhan tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA?

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, ‘CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sedar, bahawa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. “Oh, orang tua tadi? Dia adalah “WAKTU”, kata orang itu. Lalu CINTA bertanya lagi “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tak mengenalinya. Bahkan teman-teman yang mengenaliku pun enggan menolongku,” tanya CINTA kehairanan. “Sebab,” kata orang itu, “hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA itu…”

CINTA KEPADA ALLAH CINTA RASUL CINTA IBU BAPA CINTA KEPADA UMMAH CINTA KEPADA KECEMERLANGAN MARI…KITA SEMUA…CINTA LIMA PERKARA..

 

Share

Add reply

*